"kapan menikah ?"
"kapan punya anak ?"
"kapan punya cucu ?"
"kapan naik jabatan ?"
"kapan naik gaji ?"
bukannya semua itu sudah di atur oleh Tuhan ?
bukannya semua rezeki tidak akan pernah nyasar ?
bukannya "yang bertanya" tidak mengetahui perjuangan "yang ditanya" ?
semakin banyak bertanya rahasia Tuhan, mungkin Tuhan akan mengira semakin banyak perjuangan "yang bertanya" tersebut untuk bertemu dengan Tuhan.
maka berhentilah bertanya, dan ubahlah pertanyaan menjadi doa
"semoga dipermudah jodohnya"
"semoga cepat di beri momongan"
"semoga cepat di beri cucu"
"semoga dilancarkan karirnya jadi cepat naik gajinya"
karena ada istilah
"mintalah doa dan doakan lah setiap orang, karena kita tidak pernah tau, dari mulut siapa doa itu dikabulkan"
Selamat Pagi September.
Jakarta, 1 September 2015
-Stevani Sebayang-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar